28 Oktober 2021
Berita

Pengurus Fatayat NU Kota Tegal Dilantik

TEGAL (FORUMWARGA.ID) – Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Tegal masa khidmat 2020-2025 resmi dilantik, Minggu (17/1) di gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal. Sebelum dilantik, para pengurus mengucapkan ikrar yang dipandu Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah.

Pelantikan tersebut dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, Sekda Kota Tegal Johardi, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin, Anggota DPRD Kota Tegal Ansori Faqih, Kepala Kemenag Kota Tegal Akhmad Farkhan, Ketua PCNU Kota Tegal Abdal Hakim, Pengurus Fatayat, para tokoh NU lainnya.

Ketua PC Fatayat NU Kota Tegal Waidah mengatakan sebagai pimpinan harus jujur adil, bijaksana, tanggung jawab, terbuka dan segalanya. Hal tersebut merupakan tantangan sangat berat. Untuk itu butuh dukungan dan kerjasama mengemban amanah ini.

Ketua PCNU Kota Tegal Abdal Hakim berharap pengurus yang baru dilantik lebih sukses. Tantangan yang hadapi Fatayat saat ini tentu berbeda dengan saat dibentuk Fatayat. Apalagi saat era globalisasi dan digitalisasi.

Pimpinan Wilayah PCNU Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainnah mengungkapkan ke depan bisa mengabdikan diri dan berperan di masyarakat membantu pembangunan Kota Tegal. Pengurus Fatayat dapat sepenuhnya mewakafkan diri sebagai seorang perempuan yang produktif. Sebagai perempuan yang memiliki tugas ganda.

“Saat di rumah mengurus keluarga, di luar rumah memiliki pekerjaan, belum lagi aktif di Fatayat. Pengurus Fatayat perempuan istimewa,” ungkap Tazkiyatul.

Tazkiyatul mengingatkan kepada perempuan apabila menjadi masalah dengan keluarga jangan curhat di media sosial. “Jangan update galau di media sosial. Dari pada curhat ke media sosial, curhat ke Fatayat. Nanti kita cari ke psikiater, ahli hukum dan sebagainya,” imbuh Tazkiyatul.

Dedy Yon berharap Fatayat bisa andil dan ikut membantu program Pemerintah Kota Tegal, seperti membangun kecerdasan umat melalui lembaga pembelajaran misalnya membentuk kelompok belajar masyarakat. Sehingga bisa membantu pemerintah memberantas buta huruf melalui kejar paket A, B dan C.

Selain itu, andil dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Misalnya konseling kesehatan masyarakat, kampanye PHBS, menjadi duta KB, serta aktif membantu puskesmas setempat sebagai kader kesehatan.

Nino Moebi

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *