24 September 2021
Berita

Demo di Gedung DPRD Kota Tegal Ricuh

TEGAL (FORUMWARGA.ID) – Demo ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tegal terkait Omnibus Law di depan gedung DPRD Kota Tegal, Jalan Pemuda Kota Tegal, Kamis (8/10/2020) ricuh.

Sekitar pukul 09.00 WIB Ribuan massa melakukan longmarch dari titik kumpul di halaman auditorium Universitas Pancasakti Jalan Halmahera Kota Tegal menuju halaman Gedung DPRD Jalan Pemuda Kota Tegal. Sepanjang perjalanan massa membentang poster sambil meneriakkan yel-yel.

Sesampai di gedung DPRD Kota Tegal yang sudah ada penjagaan oleh jajaran Polres Tegal Kota massa mulai membentangkan berbagai poster dengan berbagai tulisan.

Nama Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo yang tertulis di poster “Gon dangdutan nnang Wasmad malah sidang” (suruh dangdutan di Wasmad malah sidang) menjadi perhatian.

“Aksi yang akan dilaksanakan sebetulnya bentuk keresahan warga masyarakat Kota Tegal. Melihat adanya penindasan pada hari ini ditengah situasi pandemi Cobid-19,” kata salah satu aksi Andika Febri.

Febri mengatakan, di tengah pandemi Cobid-19 yang mengancam, fokus pemerintah dialihkan terhadap pengesahan UU Omnibus Law. “Aliansi Rakyat Tegal menginisiasi gerakan rakyat, gerakan otonom berharap UU Omnibus Law dibatalkan,” pinta Febri.

Massa yang hendak menemui Anggota DPRD Kota Tegal, tidak bisa karena sedang melakukan kunjungan kerja luar kota semua.

Di tengah orasi, ada beberapa orang yang melakukan gambar tak senonoh pada papan nama Sekretariat DPRD. Beruntung pelaku pencoretan papan langsung diamankan oleh beberapa rekannya.

Suasana memanas saat massa mulai membakar ban bekas di tengah kerumunan massa dengan berbagai orasi. Sementara aparat keamanan yang berjaga di depan gedung DPRD dengan pagar betis menempatkan personel Polwan.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo di tengah orasi melakukan negosiasi dengan salah satu aksi Afif Afandi yang mengaku warga Tegal dan kuliah di Semarang.

Afif Afandi menegaskan, pihaknya akan tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat yang ditindas oleh sistem terutama kaum buruh, masyarakat adat benar-benar terdampak sekali terkait UU Omnibus Law.

Afif kepada Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari meminta untuk menarik petugas yang saling berhadapan dengan aksi.

Adu argument antara Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari dan Afif Afandi membuahkan kesepakatan, Kapolres menjamin tidak ada sentuhan maupun pukulan apapun terhadap mahasiswa.

Sedangkan Afif menjamin rekan-rekan mahasiswa tidak akan anarkis. “Itu tentara ngapain ikut jaga di sana. Itu tugasnya polisi Bu bukan tentara,” protes Afif kepada Kapolres.

Kericuhan terjadi saat ribuan masa yang memenuhi halaman Gedung DPRD Kota Tegal terpantik lemparan botol minireal dari arah belakang massa yang ditujukan ke arah petugas keamanan.

Para orator berusaha menenangkan suasana hanya sesaat. Ribuan massa tertib dengan duduk tiba-tiba lemparan terjadi kembali dari arah belakang. Saling dorong dan saling kejar terjadi saat lemparan botol mineral dan batu ke arah aparat keamanan menambah parah kericuhan.

Atas kericuhan tersebut, Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo yang berusaha menenangkan massa tak luput terkena lemparan botol mineral.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Syuaib Abdulloh mengalami luka ringan pada pelipis kiri. Massa akhirnya membubarkan diri pukul 13.30 WIB.

Nino Moebi

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *