7 Mei 2021
Berita

Pendiri Pagar Nusa Kota Semarang Tutup Usia

SEMARANG (FORUMWARGA.ID) – Tokoh pendiri perguruan silat Pagar Nusa di Semarang Kyai Syufaat, atau akrab dipanggil Abah Hendro Syufaat meninggal dunia, Kamis, (25/3)2021) di Rumah Sakit Tugurejo Semarang, sekitar pukul 18.00 WIB.

Akan dimakamkan di TPU Krapyak, Semarang Barat, dekat rumah tinggal beliau di Jl. Subali Krapyak, Jumat (26/3/2021) pagi. Upacara pelepasan dari rumah duka pukul 10.30 WIB. Pukul 11.00 WIB jenazah dibawa dengan ambulance ke Masjid Al-Fattah. Pukul 12.30 jenazah disholati dan pukul 13.00 dibawa ke makam umum Krapyak.

Abah Hendro yang berasal dari Wedung, Demak ini adalah pendiri Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Semarang dan menginisiasi pendirian Pagar Nusa Jawa Tengah. Saat meninggal, beliau merupakan Ketua Dewan Khos Pagar Nusa Kota Semarang dan Pembina Kerohanian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang.

Abah Hendro pernah menjadi Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kota Semarang tahun 1998-2011. Almarhum adalah pendekar yang suka berpenampilan gondrong, mengikuti gurunya, yaitu KH Maksum Jauhari (Gus Maksum) Kediri.
Hanya ketika menunaikan ibadah haji tahun 2017, dia memangkas rambutnya.

Semasa muda, pesilat yang kuliah di IAIN Walisongo ini aktif di organisasi NU. Mulai di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Usai lulus kuliah dan menikah, beliau mengabdi menjadi pengurus NU mulai tingkat Ranting, Majelis Wakil Cabang (tingkat kecamatan), hingga Pengurus Cabang NU Kota Semarang.

Semasa hidupnya almarhum dikenal penyayang, loman/dermawan, dan ikhlas membantu siapapun. Lebih-lebih kepada anak-anak dan para pemuda.
Konsisten berdakwah melalui majlis taklim dan membina takmir masjid untuk memakmurkan masjid-masjid di Semarang Barat dan sekitarnya.

Juga dikenal ringan tangan dan selalu siap diminta tolong dalam urusan-urusan “rumit” tanpa kenal waktu. Mulai diminta mengobati orang kena tenung, membikin tobat preman kriminal, hingga meredam masalah di pedalaman Kalimantan dan pulau-pulau lain.

Santri-santri beliau maupun murid-murid silatnya sudah banyak yang menjadi atlet maupun tokoh penting. Baik di NU maupun di organisasi umum.

Selamat jalan, Abah. Semoga diampuni semua salah dan dosanya, diterima semua amal baiknya. Dan mendapat Rohmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Nur Muktiadi

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *