31 Juli 2021
Berita

Pilkada Jangan Membuat Nahdliyin Abaikan Amanat Organisasi

SEMARANG – Agenda pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang diharapkan tidak akan mengendorkan semangat nahdliyin di Jawa Tengah dalam berkhidmah menjalankan amanat organisasi.

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Hudallah Ridwan Naim mengatakan, tidak bisa dipungkiri agenda pilkada 2020 di 21 kabupaten/kota Jawa Tengah akan mengeksploitasi nahdliyin untuk dimobilisasi suaranya dalam upaya meraih kemenangan dalam pesta demokrasi ini.

“Silakan warga NU menggunakan hak pilihnya di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal 9 Desember mendatang dengan baik dan bertanggung jawab, namun harus tetap memperhatikan rambu-rambu di Nahdlatul Ulama,” tegas Gus Huda Ahad (20/9).

Menurutnya, dalam menentukan pilihannya itu dipastikan akan terjadi perbedaan antara sesama nahdliyin, namun jangan sampai perbedaan itu menjadi pemicu kegaduhan apalagi perpecahan di antara sesama pengurus atau sesama warga.

“Agar kekhawatiran itu tidak sampai terjadi, PWNU Jateng melakukan antisipasi dengan mengeluarkan imbauan kepada pengurus cabang, lembaga, dan badan otonom NU se-Jateng untuk tetap memperkuat persaudaraan, ukhuwah, kekompakan, dan ketenangan di tengah maraknya perbedaan pilihan,” tegasnya.

Dia menambahkan, selain itu PWNU Jateng juga mengimbau agar selama berlangsungnya masa kampanye yang waktunya cukup panjang jangan digunakan dalam untuk memperuncing perbedaan pilihan yang berpotensi memicu munculnya sikap saling menjelekkan.

“Sesama warga NU meski berbeda pilihan diharapkan supaya tetap saling menghargai dan menjaga marwah atau kehormatan, karena bisa jadi dalam persaingan itu terjadi rivalitas antarsesama tokoh, kiai, dan habaib yang sama-sama memperjuangkan akidah ahlussunnah wal jamaah.

Katib PWNU Jawa Tengah KH Imam Sya’roni berharap warga NU di Jawa Tengah tetap istiqamah menjalankan program-program organisasi hingga tuntas di tengah pandemi Covid-19 dan persiapan menghadapi pilkada akhir tahun ini.

“Untuk menjaga marwah Jamiyah NU diharapkan warga maupun pengurus NU yang secara pribadi terlibat dalam dukung mendukung kandidat calon kepala daerah tidak membawa-bawa simbul NU atau badan otonom NU ke ranah kampanye atau aktivitas untuk menambang suara pemilih,” ungkapnya.

“Kami harapkan pula jika nahdliyin menemukan pelanggaran-pelanggaran Pilkada atau aktivitas yang merugikan NU jangan bertindak sendiri-sendiri, tetapi koordinasikan dengan aparat yang berwenang,” pungkasnya.

NU Online

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *