3 Agustus 2021
Berita

Jaga Warga, Lazisnu Jateng Keliling Beri Layanan Kesehatan Gratis

SEMARANG (FORUMWARGA.ID) – Prihatin atas penyebaran wabah corona yang belum mereda, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi berkeliling kampung untuk menjaga warga. Baik warga nahdliyin maupun masyarakat umum.

Aksi keliling kampung ini berupa layanan kesehatan gratis, setiap dua minggu sekali. Tersebar di seluruh Jawa Tengah.

SAMBUTAN – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam saat memberi sambutan dan memberi keterangan pers.

Aksi pertama dilaksanakan di Kota Semarang, Ahad, (20/9/2020). Menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang, LAZISNU Jateng memberi layanan kesehatan gratis di untuk warga di Gedung Pengurus Ranting NU Keluruhan Penggaron Lor Jl Mawar, Penggaron Lor, Genuk, Kota Semarang.

“Alhamdulillah, dengan dukungan Dinas Kesehatan Kota Semarang, kita buka layanan kesehatan untuk masyarakat. Aksi ini akan kita lakukan terus-menerus secara berkeliling,” tutut Ketua Lazisnu Jateng H Muhammad Mahsun saat memberi sambutan di lokasi acara.

Dalam aksi ini Lazisnu membawa satu uni mobil pelayanan kesehatan beserta personelnya. Sedangkan Dinas Kesehatan Kota Semarang menjadirkan satu mobil Puskesmas Keliling dan tenaga medis lengkap dari Puskesmas Genuk dan Puskesmas Penggaron Lor.

Masyarakat antusias menyambut aksi Lazisnu ini. Sejak tiga hari sebelum acara, panitia menerima pendaftaran 500 orang. Karena diwajibkan mengikuti protokol pencegahan Covid-19, panitia membatasi penerimaam hanya 150 orang.

Teknis pelayanannya pun dibagi. Yakni 50 orang diminta hadir pukul 08.00 WIB, 50 orang lagi diminta datang pukul 09.00 WIB, dan 50 orang berikutnya dibolehkan masuk pukul 10.00 WIB.

“Kami terpaksa membatasi peserta. Karena harus mengikuti protokol pencegahan,” terang Mahsun didampingi Anggota DPRD Kota Semarang dari Daerah Pemilihan Genuk, M Sodri.

Tak lupa mahsun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan yang membantu fasilitasi aksi Lazisnu tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu acra ini. Matur nuwun Dinas Kesehatan Kota Semarang. Matur nuwun Pak Sodri, wakil rakyat Dapil sini. Matur nuwun Kyai Arifin Ketua NU Ranting Penggaron Lor,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Semarang menyambut baik dan akan terus membantu dan bekerjasama dalam pelayanan kesehatan.

Ia menerangkan, Dinkes sangat serius menangani wabah corona. Rumah Dinas Walikota, kata Hakam, telah mejadi tempat karantina untuk warga yang hasil swab test-nya positif Covid-19. Ribuan orang telah dirawat dan hingga sembuh dan dibantu berobat ke rumah sakit.

Karena Covid-19 belum ada obatnya, lanjut Hakam, maka setiap orang harus berupaya mencegah. Ia mengimbau warga disiplin memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak bila bersama orang banyak.

ANTRI – Warga sedang antri menunggu layanan kesehatan gratis.

“Ibu-Ibu, tolong yang rajin cuci tangan ya. Masker selalu dipakai bila keluar rumah. Bapak-bapak, mohon waspada dan jaga kesehatan dengan makanan bergizi serta istirahat cukup. Jangan melek malam ya. Itu menurunkan imun tubuh,” ucap dia dalam bahasa Jawa campur bahasa Indonesia.

Hakam yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama ini tampil santai memakai sarung dan kemeja serta berpeci. Maklum hari libur kerja, ia pun tak lupa berpesan agar warga NU rajin bangun fajar, sholat sunnah lalu berolahraga.

“Tidurlah yang gasik. Nanti jam tiga bangun. Sholat Tahajud. Lalu bakda subuh berolahraga,” pesan dia.

Terakhir dia memaparkan, kebanyakan pasien Covid-19 yang sulit sembuh itu orangnya kebanyakan pikiran. Tidak punya pikiran yang tenang. Padahal itulah yang menurunkan daya tahan tubuh. Menurunkan imunitas.

Karena itu, pinta dia, semua orang harus tenang, damai, jangan kebanyakan pikiran.

“Dipun damel antheng mawon nggih. Ampun dados pikiran. Wayahe dahar nggih dahar. Wayahe ngaji nggih ngaji. Sholat, merdamel, dilampahi mawon kados biasane. Ampun didamel beban misal dagangan sepi utawi ekonomi nembe angel,” pungkas dia.

Nur Muktiadi

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *