3 Agustus 2021
Opini Tokoh

EKSISTENSI INDUSTRI BPR/BPRS DI JAWA TENGAH DITENGAH PANDEMI COVID-19

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) saat ini tengah menghadapi ujian dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, Pandemi tersebut telah berdampak ke berbagai sektor, tak terkecuali sektor ekonomi dan keuangan. Berbagai upaya dan kebijakan pembatasan kegiatan bisinis untuk mencegah penyebaran Covid-19 berimbas pada menurunnya kegiatan usaha dan bisnis.

Alhasil, industri BPR-BPRS merasakan dampak dari pandemi itu karena turunnya kemampuan debitur untuk membayar angsuran dan meningkatnya penarikan dana simpanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hal itu berpengaruh pada kondisi likuiditas Industri BPR-BPRS yang tidak pernah terprediksi sebelumnya sehingga kondisinya tidak lagi tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disampaikan kepada regulator.

Namun saya yakin BPR/BPRS akan bisa melewati ujian tersebut jika anggota Perbarindo kompak atau bersatu menjaga industri. Terbukti, industri BPR-BPRS dalam bermitra serta melayani masyarakat dan pelaku UMKM Indonesia selama hampir 40 tahun yang telah mampu melewati gejolak ekonomi dan politik yang melanda negeri ini. Seiring dengan persaingan dunia perbankan yang kian ketat, BPR-BPRS sepertinya tidak akan luntur serta masih menjadi salah satu perbankan yang diminati masyarakat. Karakteristik BPR-BPRS yang memiliki kemudahan dalam penyaluran kredit dan keunikan dalam menghimpun dana masyarakat dibandingkan dengan bank konvensional lain menjadi daya tarik tersendiri sehingga BPR-BPRS masih tumbuh dan berkembang.

“Kondisi luar biasa ini harus kita hadapi bersama dengan menjaga kebersamaan, kekompakan, bergotong-royong, dan bersatu-padu untuk saling menjaga kondisi Industri BPR-BPRS agar mampu survive, bangkit, dan menang melewati masa Pandemi Covid-19. Saat ini, Perbarindo DPD Jateng tercatat memiliki 6 Komisariat (DPKom) yaitu Solo Raya, Kedu, Semarang, Pati Banyumas dan Tegal. Total anggotanya mencapai 253 BPR & BPRS baik Milik Pemda maupun Swasta.

Oleh : H. Dwi Yono, SE. MM

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *